PENA ASMARA

Ku torehkan pena asmara jiwa
Menari indah diatas lembaran biru
Curahkan segenap sebuah rasa
Nan pernah kau labuhkan di hati

Teriring kidung alun syahdu
Merangkai tiap bait kata putih
Menjadi puisi nan terindah
Dalam ratapan hidup ini

Sungguh kurasakan dalam dada
Amat riang tak terhingga
Mengenggam ketulusan cintamu
Kerap membuat hariku tak meragu
Akan merajut mersa kasih bersamamu

Engkaulah tinta pena asmara jiwaku
Nan tak akan pernah usai 
Bercoret di lembaran biru hati ini
Menata rasa kata tentang cinta

Dan lihatlah gambaran putih rasaku
Telah tercipta dari coretan pena asmara ini
Lekat cemerlang di lembaran jiwaku
Mencurahkan tentang isi rasa cinta kita.

DOA KEPENGHUJUNG CINTA

Deringan getir jiwaku malam ini
Hujankan air mata dan lemahkan ragaku
Telah mengegah jauh mencari ketulusan
Keabadian cinta nan sejati
Namun jua masih tak kunjung kutemukan

Tiada henti kuterus lantunkan doa putih cinta
Harapkan kedatang seorang kasih
Tuk damaikan rontahan rana hasrat ini
Nan usang enggan terpelihara cinta

Hidup metah terasa letai
Menyelusuri jejak langkah kesunyian
Berkepanjangan sendu dalam kesepian
Sendiri tanpa binar kemala bintang

Wahai kau sutradara kehidupan nan mulia
Hanya dirimulah maha mengetahui akhirnya
Kumohon dengarkanlah suara dari sujud hamba

Pintaku..
Semburatkanlah rembulan ketulusan kasih
Di menara istana cinta nan suci itu
Agar dapat kutatap rona indahnya
Dan menuju dalam rasa cintanya

Kuberharap..
Semoga doa penghujung cinta ini
Engkau dapat pertemukanku
Dengan keabadian cinta
Nan sejati dalam kebersamaan.

AURA CINTA

Indah alun bersorak ria
Membuncah merdu kidungkan rasa
Agungkan sebuah nama di lubuk sanubari
Nan terbingkai mesra dengan warna pelangi

Dan seiring hangat hembusan sembayu
Ku terbawa lentungkan mega asmara
Menari-nari di alam kebiruan hati
Luapkan kata putih cemerlang
Akan hiasi istana jiwa nan tercinta

Segenap rasa kemilau pun bertebaran
Tuangkan selaut manis madu cinta
Di ketandusan rongga telaga hati
Nan telah kering tiada mengarungi

Engkau rembulan merah jambu
Jadilah saksi bisu dari aura cinta ini
Yang saat ini,sedang terpikat erat
Oleh sosok jati dirinya

Hati nan terasa damai dalam bahagianya
Kala menatap ia tersenyum indah
Berpijar semaikan tasbih
Menyambut hadirku dengan kenyamanan jiwa

Ku berharap dalam kemetahan
Semoga aliran deras aura cintaku padanya
Akan selamanya tertampung
Kokoh di dermaga hati jiwanya.

KELABU RASA

Renggang waktu tak bergulir di musim hati
Ratap perih terus menyiksakan jiwa
Kerap memicuh hela hembusan nafas
Hampa terbekuk dalam seruak taman sepi
Hanya berjelajah seorang diri

Terang bulan nan dahulu menemani
Telah jauh redupkan cahaya kasih untukku
Membuat hatiku kini berkeresahan
Terus-menerus lunglang di alam kegelapan


Tiada lagi indah berasa di jiwa
Menapaki alur nan enggan berarti
Nyalar terpacu di rongga kepiluan
Tersayat hujaman perih dalam kesendirian

Entah sampai kapan kubegini

Terbalut erat kelabu rasa
Serasa terimpitkan ruang waktu
Memikul beban nan tiada akhir

Ku berharap keusaian perih
Namun jua tak berujung
Membuatku kini tiada daya
Terus merana dalam keseorangan.