NELANGSA

Beribu-ribu kata sendu
Telah ku tuang dalam sepiku
Getir berirama nuansa kelabu
Ratap kehampaan menikam kalbu

Perih merobek gairah jiwa
Mengusang hati tak terjaga
Terbekap kelam tiada cahaya
Gelap membutakan netra asmara

Kasih nan terharap dalam hati
Hilang bagai di telan bumi
Entah kemana beranjak pergi
Membuatku kini hambar terpaku sunyi

Dalam kesepian jiwa ini
Air mataku jatuh berderai
Tanpa sandaran hati lagi
Sungguh rapuh aku sendiri

Wahai kau malaikat cinta
Bawa daku kehati nan setia
Tuk usaikan nelangsa jiwa
Nan redupkan binar ceria

Dan tenggelamkanlah nelangsa jiwaku
Di lautan kejernihan cinta itu
Karena di sanalah bahagia hidupku.

DOA TERKASIH

Ya Allah
Limpahkanlah rahmat-Mu padanya
Bimbing jiwanya kejalan ridha-Mu
Tuntun hatinya pada kejujuran

Iringi harinya dengan ketulusan
Terangi gelapnya dengan kemulian
Lukiskan jiwanya dalam kebijaksanaan
Warnai hidupnya dalam kearifan

Ya Allah
Dialah insan nan kucinta
Dari segenap raga dan jiwa
Menjadi kesempurnaan rasa hamba

Cintaku suci dan jernih
Berada di bawah naungan-Mu
Hamba tengadahkan putih kasih
Bersamanya kuingin jalinan abadi

Semoga kata luahan doa ini
Ya Rahman senantiasa memberkahti hidupmu
Seraya menambatkan erat
Rasa sejati cinta kita.

SEPUTIH PUALAM

Cintaku seputih pualam
Kasihku selembut sutera
Akan berlukis indah di harimu
Tuk mewarnai rasa hatimu

Hanya dirimu
Nan mampu tenangku
Memahami sgenap kehendakku
Buat gairah jiwa ini berseri
Berbias terang dalam gelap

Suci cinta ini
Tak akan ternoda
Jernih kasih ini
Tak akan berkeruh
Teruntukmu akan abadi
Sempurna selamanya di hidupmu

Cintaku seputih pualam
Takkan pupus di sepanjang masa
Membiru di renda asmara
Bersamamu dalam jalinan abadi

Usah merasa keraguan
Padukanlah cinta ini
Karena kemetahan kasihku
Dan tulusnya cintaku
Akan indah mengurai arti
Di sepanjang jiwa hidupmu.

DENTING SUNYI BERBUNYI

Sengkala senja memeluk petang
Berhamparlah gelap membalut terang
Perlahan mematuk hati nan hening
Lepas terhuyung dilayangan gamang

Lara terlukis jiwapun bergeming 
Nampak muram akan merambang
Hasrat nan letih terhalang
Lunglai kerap bertapak renggang

Cua ratap kini bertebaran
Denting sunyi berbunyi kehampaan
Dalam hati nan berkesendirian
Meniti malam hari tanpa hiasan

Pekat hidupku tanpa hiasan
Hambar bertumpuk kepiluan
Terusik denting bunyi kehampaan

Padamu Mahasutrada kehidupan
Ku bersimpuh dalam hajat keputihan
Kirimkanlah hiasan asmara kehidupan
Di ruang jiwaku nan berkesepian
Terbelenggu rana tanpa hiasan.