TAK INGIN TERSESAT


Kumelingkan pedang nalarku
Menyayat onak usang halauan
Nan mengibang imaji asaku
Tuk melukiskan putih kehidupan

Kendati aral silih berganti
Mengontai putih asaku
Jua tak mengabut netraku
Tuk menyuarkan binar kemulian

Hati nan damai pada kemulian
Taklah menjadi kelam nista
Taklah menjadi selisih jiwa
Dilembaran putih kehidupan

Diperjalan lurus muliaku
Ku tebang segenap halauan
Meriwayatkan binar kesucian
Agar taat pada titah Mahasutradara
Tuk menuaikan arti kehidupan

Tak ingin tersesat dalam kehidupan
Seraya terlena pada prihasan dunia
Engganlah kuhiraukan tipu daya
Nan akan menghanyutkan nalarku
Di ruang kehitaman rasa jiwa.

TAK INGIN MENYERAH


Kendati jalanku bertapak liku
Sendiri melangkah menyusuri alur waktu
Jua tetap ku tak ingin menyerah
Dan lunglai dalam keletihan rasa
Tuk merengkuh putih cinta dihati

Lirih hasratku bersenandung sutera
Membelai bulir tasbihan cinta
Menyemai permata dikerambangan jalan
Terus mencari lukisan cinta nan mewarna

Kendati sejuta aral mengibang
Pencarianku nan tak menentu arah
Tetap kokoh asaku diatas ketegaran
Tuk temukan penyempurna kehidupan itu

Ku yakani pada lukisan takdir
Tiap garis kehidupan insan
Adalah cinta nan mewarna
Niscaya kelak akan dipertemukan
Kala sisi keinginannya itu
Terus melakukan tindakan tuk meraihnya

Dan bila nanti tiba masanya
Diriku menemukan putih cintaku itu
Akan ku balut dengan kelembutan sutera
Sebab dalam sunyi hati berkesendirian
Telah menyadarkan jiwaku
Bahwa kehadiran cinta amatlah berarti disisi
Sebagai penguat kehidupan jiwa ini.

DINAMIKA ASMARA KELABU


Jejak kerambang mengelut hati
Lunglai menggemulai gagang hasrat
Merebah tabu di gubuk gembala
Mengurai bilur cemeti asmara
Nan merah sentaki luka

Muram setapak redup
Ditaman kehambaran jiwa
Meratap kelabu mengoyak asa
Di ruang kalbi berahi
Tercambuk hampa kelam sunyi

Tanah basah berlumur jamur
Oleh hujan air mata senduku
Tak henti hatiku memikul lara
Kerap terundung dikepalsuan cinta

Berkabut harsatku di kaca netra
Renik terpapas kecurangan jiwa
Tertipu daya tiap tanjakan hati

Saksi sejarah hidup ini
Buatku kerisauan tuk menengadah
Kepada tumbuhan cinta lagi.

Humairoh ku


Engkau cerminan jiwaku
Engkau santun kearifanku
Engkau nuansa muliaku

Jejakmu nan berlukis indah
Membuatku tersumringah
Mengikuti arah jalanmu
Berpancarlah keputihan rasaku

Akulah pecinta warnamu
Nan berjuntai kerapuhan
Berharap tuntunan kasihmu
Tuk melewati suram kehampaan

Kuingin engkau tahu
Kelam hatiku tanpa perhatianmu
Hambar bak debu jalanan
Lunglang bertebar butir kepedihan.

Teruntukmu kaka Humairoh ku.