SUTERA CINTAKU


Wahai
Dikau biru hatiku
Rasakan dekapan hangatku
Seraya basuhan sutera cintaku

Wahai
Kau biru hatiku
Biarlah sutera cintaku
Mengabdi sejati di hidupmu

Akan kubasuh peluhmu
Akan kuselimuti lukamu

Janji sutera cintaku
Akan bertabur indah
Akan berhias warna
Dijendela impian jiwamu

Akan ku semai permata di hatimu
Dengan pelangi sutera cintaku
Tetaplah kau disini.

DUHAI CALON PENYEMPURNA HIDUPKU


Wahai calon penyempurna hidupku
Bertabur putih lah dihati
Jernih dan sucikanlah nalarku
Lewat rasa ketulusanmu

Kerap hiasi hidupku dengan kemulianmu
Seraya warnai sarira jiwaku
Dengan santun pelangi kearifanmu

Akan ku genggam erat jalinan hasrat
Menjiwai cintamu di dihipku
Akan ikhlas mengabdi sejati
Di mahligai istana ketakhtaanmu

Wahai calon penyempurna hidupku
Gemilaukan hariku dinurani batinmu

Bersamamu hidupku bahagia
Sempurna dalam kesejahtraan
Menatap sentuhan kemulianmu
Dan santun pelangi kearifanmu.

LANGIT TAK BERWARNA


Gelap kabut beronak duri
Mengibang hati nan hati
Meniti hari tanpa cahaya
Bertabur sendu dalam hening

Langkah tergontai termangu getir
Kerap bertapak alur nan renggang
Terhempas kelam terpadaya perih
Bersungkur dihamparan awan kelabu

Berambang gatra mayapada
Membuta netra kamajaya
Gelap sunyi beronak duri
Melabuhkan hasrat dalam duka

Hasrat sungguh merontah gila
Meratap langit tak berwarna
Bekap terselimut awan kelabu
Berhamparkan gelap di mayapada

Berasa ingin sarira sukma
Menghilang dalam kelam hampa
Namun keimanan dalam dada
Kerap janjikan kehidupan cerah.

MERAKMU NAN ANGKUH


Tercetus luka ratap batinku
Terguris merakmu nan angkuh
Merobek jubah sutera muliaku
Nan beranggap setara suteramu

Gelap di balik terangmu
Ternyata kabut beronak duri
Menikam sarira sukma
Hingga terkulai ratap lemah

Dalam kebiruan asaku
Telah luluh lantak padamu
Terhempas kelam terpedaya perih
Karena merak badai angkuhmu
Derap menerjang cakrahati

Merakmu nan angkuh
Melumpuhkan hasrat kamajaya
Membutakan netra mahatma
Hingga terpekur kelam nestapa
Di ruang kabut senyap sunyi.