Cengar-cengir ku melirik
Wajah anggun mempesona
Menawan hati terkuas warna
Ratap indah terserap riang
Serasa jantung menggeluntang
Rencang debar menggebu
Terisap magnet tatapan ayu
Oh..
Sungguh aku tergiur
Tercetus gairah cinta
Saat melirik parasmu nan gemerlap.
GEMINTANG AYU
Amboi..
Indah genit matamu menggoda
Menjerat jiwa hingga terlena
Sampai tak sadar terbuai pesona
Amboi..
Serasa hati mabuk kepayang
Ratap cinta nan kian menggebu
Saat senyum manis mu
Hadir menghiasi taman hidupku
Amboi..
Duhai kau gemintang ayu
Bingkailah daku,,!
Dengan ketulusan kasih
Bila memang engkau menyinta.
Indah genit matamu menggoda
Menjerat jiwa hingga terlena
Sampai tak sadar terbuai pesona
Amboi..
Serasa hati mabuk kepayang
Ratap cinta nan kian menggebu
Saat senyum manis mu
Hadir menghiasi taman hidupku
Amboi..
Duhai kau gemintang ayu
Bingkailah daku,,!
Dengan ketulusan kasih
Bila memang engkau menyinta.
EMBUN SENJA
Setetes embun senja membasih
Waraga cerabah nan suah terluntang
Terkapar berkeping terhempas jauh
Di terjang kehitaman dunia rasa
Hangat mulai serasa kembali
Ketika hadirnya menyejukkan hati
Nan gerah terbakar emosi
Karena tercampakkan dusta khianat kasih
Duhai engkau embun senja
Tepiskanlah derita hati ini
Gantikan dengan keputihan rasa
Dan temanilah daku disini
Hingga sampai kepenghujung waktu
Bersamamu,indah rotasi menjelang
Di setiap pergantian suasana alam
Damai serasa menyertai langkah
Pada hati nan sedang merona jingga
Duhai engkau embun senja
Tambatkan eratlah cintamu
Dalam hatiku nan membiru
Dan biarkanlah ia menyatu
Dengan rasa cintaku ini.
Waraga cerabah nan suah terluntang
Terkapar berkeping terhempas jauh
Di terjang kehitaman dunia rasa
Hangat mulai serasa kembali
Ketika hadirnya menyejukkan hati
Nan gerah terbakar emosi
Karena tercampakkan dusta khianat kasih
Duhai engkau embun senja
Tepiskanlah derita hati ini
Gantikan dengan keputihan rasa
Dan temanilah daku disini
Hingga sampai kepenghujung waktu
Bersamamu,indah rotasi menjelang
Di setiap pergantian suasana alam
Damai serasa menyertai langkah
Pada hati nan sedang merona jingga
Duhai engkau embun senja
Tambatkan eratlah cintamu
Dalam hatiku nan membiru
Dan biarkanlah ia menyatu
Dengan rasa cintaku ini.
HANGUS HATI
Cemburu membekap di relung kalbu
Membakar segenap harapan
Hingga menjadi arang kepedihan
Meracuh di setiap hela nafas jiwa
Lembut lidah tak bertulang
Mengumpamakan cinta seindah pelangi
Akan mewarnai alam semesta
Namun tersendak ingkar dalam janji
Berpaling ke hati yang lain
Kini gemuruh derap merontah
Rambang berkehamparan luka
Tercampakkan di balik janji hiasan putih
Sungguh tak bisa ku terima
Membuatku kian hangus hati
Bila menatap insan tercinta
Bahagia bermesraan diatas penderitaan ini
Ingin rasanya ku merobek
Mulut nan berbisa itu
Hingga sampai akhirnya ia terdasari
Betapa menyebalkannya ucapan janji
Bila ingkar dalam kebersamaan.
Membakar segenap harapan
Hingga menjadi arang kepedihan
Meracuh di setiap hela nafas jiwa
Lembut lidah tak bertulang
Mengumpamakan cinta seindah pelangi
Akan mewarnai alam semesta
Namun tersendak ingkar dalam janji
Berpaling ke hati yang lain
Kini gemuruh derap merontah
Rambang berkehamparan luka
Tercampakkan di balik janji hiasan putih
Sungguh tak bisa ku terima
Membuatku kian hangus hati
Bila menatap insan tercinta
Bahagia bermesraan diatas penderitaan ini
Ingin rasanya ku merobek
Mulut nan berbisa itu
Hingga sampai akhirnya ia terdasari
Betapa menyebalkannya ucapan janji
Bila ingkar dalam kebersamaan.
Langganan:
Postingan (Atom)