GULANA NESTAPA

Jiwa terpekur merintih sunyi
Di sudut kamar hati nan kecil
Meratapi kebodohan rasa ini
Nan dahulu telah meninggalkanmu

Sungguh gulana nestapa ini
Membuatku kerap terkapar meringis pilu
Tergebuk di dalam usik keputihan
Menyiksakan takah kehitaman rasa
Telah meyiakan tulus kasihmu

Kini kuberada dalam kehilangan
Rambang menggelenting di terjang kepedihan
Hampa tinggal seorang diri
Bersenggamah sepi di ruang kelam
Tanpa hadirmu lagi menemani

Andai waktu bisa terulang lagi
Maka kuingin kembali bersamamu
Menjadi putih cinta nan cemerlang
Janji abadikan selamanya di dunia untukmu

Tapi apalah daya semua itu tinggal kenangan
Hanya sesal yang mendalam di hati
Membiarkan cintamu dahulu akan redup
Hingga kini menghilang entah kemana

Di sini,serasa jiwaku sungguh kian lelah
Menangis iringi putaran roda waktu
Kerap terpacu di alam gulana nestapa
Ratapi musim yang tak berganti
Selalu mengingat salahku padamu.

SEKAR WANGI MELATI

Wahai anggun sekar wangi melati
Indah kata santunmu menyapa
Membuai lena dalam asmara
Getarkan jiwa mendekap hangat
Akan kembali berwarna pelangi

Elok parasmu bak rembulan
Tulus hatimu sehalus sutera
Putih jiwamu seputih kapas
Kasih sucimu sebening embun
Mengetuk ruang hati nan kelam

Kini sudah nampak temaram
Saat kau hadir suarkan cahaya
Menjadi pelita dalam gelap hatiku

Duhai sekar wangi melati
Sungguh dikau teramat indah
Menjadi bunga wangi jiwa
Di taman hirupan nafas keindahaku

Tak akan aku lari dikejar masa
Biarlah cinta jeda di hati
Menjadikanmu tempat teduhan
Sebagai penguat kehidupan jiwa.

LANTERA HATI

Duhai gadis anggun pujaan hati
Di kaulah rasa kumala jiwaku
Cahaya dalam gelapanku
Nan kini putihkan corak hitamku

Kau hadir alurkan indah batinku
Dan melantingkan segenap balutan lara ini
Hingga membawa auraku kembali lagi
Di dunia ketentraman jiwa

Lantera hatiku
Teruslah kau berpijar
Janji kan kulukiskan cinta kita
Dengan indah warna pelangi

Usah kau sangsi
Yakikanlah kebimbanganmu
Dari kepastian rasa tulusku
Nan berjanji setia selamanya bersamamu

Lantera hatiku
Kumohon padamu
Jangan pernah lelah bersuar terang
Sebagai penguat jiwa hidupku
Karena tanpa dirimu disini
Kiamatlah dunia rasa hatiku.

RINTIHAN DI PAGI BUTA

Gerah terasa embun di pagi buta
Bergelayut pada tangkai kepedihan
Resapi jiwa nan tiada arti
Kerap terkikis suram kehampaan

Langkah semakin terhuyung
Merintih hampa seraya bergolak
Tapak renggang bentangan aral
Nan kini menyesatkan pijar mahatma
Remukkan asa bening dikalbu

Derap gemuruh terus merontah
Mengaung rengcang tersayat sembilu
Curahkan rana gundah
Nan membekap palung sanubari

Tiada indah terasa
Tersungkur di rongga kepiluan
Hanya getir berkecamuk cua
Rambangkan sengsai di jiwa

Moga sengkala pajar nanti
Dapat tenggelamkan lara hatiku
Dan melantingkan sepi jiwaku
Sampai mempertemukan jiwa pada cahaya
Nan selama ini kunanti
Kudamba dekap kasihnya.