MUSLIHAT KASIH


Terberai hujan air mata
Menangisi ratapan dera batin ini
Nan lanting berkeping di daratan hampa
Telah terhempas dari muslihat kasih

Serasa nafas berhembus tiada arti
Resah menahan perih ini
Nan kerap mengikis segenap pengharapan
Hingga membuahkan rana dalam dada

Janji yang seputih kapas
Halus serupa selembut sutera
Nan berucap lirih menggoda asmara
Ternyata semua itu
Hanyalah semata uraian kata belaka

Sungguh kejamnya muslihat kasih
Menancapkan panah sembilu dihati
Membuatku kini tersoak gundah
Nyalar menggerutuk dalam nestapa

Kuberharap semoga musim cepat berganti
Membawa daku sampai di perbatasan perih
Dan membiarkan waktu dapat menghukumnya
Yang telah menyiakan putih cintaku ini.

Tidak ada komentar: